Inspiration, reflection
Allah Maha Penghubung

penghubung

Beberapa waktu lalu saya dihubungi oleh pihak P4TK sebuah lembaga yang menaungi dan membina sekolah-sekolah SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) yang tersebar diseluruh Indonesia. Kebetulan yang menghubungi adalah wilayah DIY dan Jateng. Saya diminta untuk menjadi salah satu peserta mewakili DUDI (Dunia Usaha Dunia Industri) istilah yang sering mereka gunakan untuk menyebut praktisi. Di acara tersebut saya diminta untuk menjadi pengamat dan memberikan masukan mengenai sinkronisasi dunia industry dengan akademik dalam menyiapkan kurikulum berbasis SMK. Dihadiri P4TK seluruh Indonesia. Empat hari mereka meminta saya untuk mengikuti acara tersebut di Jakarta. Sekali lagi… empat hari.

Saya agak bingung ngapain aja ya empat hari. Lama sekali untuk membahas sebuah revisi kurikulum. Saya pun penasaran ingin melihat run down acaranya, yang sampai sebelum hari “H” belum saya dapatkan juga. Ngapain ajaaaa empat hari. Saya berkhusnudzon aja sama Allah. Semoga ada banyak ilmu, pengalaman dan tentu saja networking baru yang akan saya dapatkan. Lagian mengapa juga saya yang dipilih ya nggak? Pasti Allah sudah mengaturnya.

Bener. Hari pertama tiba di Jakarta bersama tim dari Jogja. Saya berkenalan dengan seseorang. Namanya pak Dwi. Ternyata bliau adalah pengawas SMK dari Bantul dan satu tim dengan saya namun bliau berangkat duluan. Ngobrol dan ngobrol, ternyata saudaraan sama Pak Sumarno, pimpinan saya di ke’takmir’an masjid Al Moeladi di kampung. Itu satu.

Kedua, setelah saya registrasi dan mendapatkan kunci kamar hotel dari receptionist, melangkahlah saya menuju kamar dan saya ternyata sekamar dengan seseorang. Memang sebelumnya saya diberitahu oleh receptionist untuk bersedia sharing dengan peserta yang lain. Saya pun penasaran. Siapa gerangan teman sekamar saya. Semoga banyak ilmu saya dapatkan dari teman sekamar saya. Dan… ternyata… bliau salah satu tim dari Malang, namanya pak Astu. Setelah ngobrol panjang lebar ternyata bliau satu kampung dengan Om dan Tante istri saya. Namanya Om Wijil dan Bulik Wiwik yang bliau menyebutnya bu Lis. “Oooo…. Lha kalau Pak Wijil dan bu Lis itu yang ngajari nyetir mobil yaaa saya.” Dengan bahasa medok khas jawa timuran pak Astu menyampaikan Begitu. “Bahkan kalau tenis… kadang-kadang saya masih sering ketemu, lhaa… rumah saya dekat” Bliau menambahkan info buat saya.

Sempit ya… dunia.

Ketiga, saat pelatihan kebetulan sedang berlangsung turnamen bulutangkis superseries Indonesia Open yang berhadiah total 12 milyar rupiah. Event bergengsi tahunan yang diselenggarakan PBSI bekerjasama dengan IBF dan beberapa sponsor. Indonesia bergelimang pemain-pemain ganda baik ganda putra maupun ganda campuran. Silih berganti menjuarai turnamen-turnamen internasional. Namun perkembangan pemain tunggal putra saat ini belum sebaik ganda. Demikian dengan pemain putrinya. Hanya ada 4 pemain tunggal putra yang sekarang menduduki rangking lumayan. Tomy Sugiarto, Jonathan Christie, Antony Sinisuka Ginting dan Ihsan Maulana Mustofa. Tiga nama terakhir adalah pemain muda harapan Indonesia. Dari ketiganya saya terkesan dengan satu pemain yang badannya tidak terlalu tinggi untuk seorang atlet bulutangkis… hanya 172 cm, namun kakinya lincah dan pukulannya penuh tipuan. Dia adalah Antony S Ginting. Pemain yang selalu saya amati ketika nonton live di channel sport. Perkembangannya luarbiasa. Pemain-pemain hebat pernah dikalahkan. Dan di pelatihan selama 4 hari tersebut secara mengejutkan saya bertemu bapaknya. Ternyata menjadi salah satu peserta dari grup P4TK Jawa Barat. Naaaah… jadinya ngobrol banyak deh… banyak info didapat seputar hobby saya satu ini. Khususnya perkembangan bulu tangkis dunia. Walau sedihnya, saat itu hari kedua pelatihan beliau gontai tidak bersemangat karena barusa saja pulang dari Istora Senayan nonton langsung anaknya bertanding, kalah dengan andalan tunggal putera Denmark, Jorgensen dengan angka yang sangat ketat.

Ternyata itulah hikmahnya… selain banyak ilmu karena bertemu dengan senior di dunia pendidikan SMK, empat hari itu seperti menjadi penghubung sillah ukhuwah yang seolah sudah diatur sebelumnya oleh Allah. Maka tidak perlu sedih, tidak perlu berfikiran macam-macam atas tugas yang ada didepan mata. Laksanakan saja karena pasti banyak hikmahnya.

 

Makasih yaa Allah.

@andikakerenlah

 

image: fullhdpictures.com

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>