Advertising, Inspiration
Menjadi Penghamba Yang Maha Kreatif

Pinasthika

Saya beruntung punya hobi jalan-jalan yang sampai sekarang masih saya lakukan. Menikmati suasana yang saya lalui selama dalam perjalanan adalah anugerah tersendiri bagi saya. Dengan mengendarai apa saja, maka apa saja yang dilalui seperti frame-frame dalam gambar yang bergerak itu mampu saya rekam dengan kamera ataupun sekedar direkam dalam ingatan. Menjadi frame tak bergerak dan setiap yang ada didalam bingkai adalah layout yang “selalu benar” menurut saya.

Perhatikan saja ketika kita naik pesawat di pagi saat “sunrise”, sore saat “sunset” atau di malam hari. Tidak ada cacat sedikitpun komposisi awan yang di sudut terjauh dengan munculnya sinar matahari berwarna putih dan jingga kekuningan atau malam hari dengan gemerlap lampu kota yang terlihat dari kejauhan. Yang begitu indah warna dan komposisinya bahkan ketika awan nampak abu-abu karena gumpalan air yang siap jatuh membasahi bumi dan dari ketinggian, tampak sangat mencekam… itupun rasanya tetap terlihat indah.

Atau ketika kita naik kereta api dan berkesempatan berangkat fajar. Cobalah berdiri di sela-sela gerbong dan saksikan hamparan sawah yang menghijau dengan sesekali ditutup dengan pohon ‘aren’ yang besar atau pohon kelapa yang memperindah layoutnya. Bahkan pemandangan pasca erupsi Merapi yang apabila dipandang dari ketinggian pohon-pohon yang terbakar itu tampak begitu indah. Atau… yang paling dahsyat sampai sekarang, pemandangan yang paling saya kagumi adalah pemandangan bawah laut. Dari segi warna, makhluk yang tinggal di dalamnya, semuanya serasi membentuk komposisi yang sedap dipandang dan merupakan karya yang luar biasa karya dari Sang Maha Kreatif, Tuhan Yang Maha Esa.

Kita adalah manusia yang juga ciptaan-Nya. Sudah cukup bagi kita untuk mendapatkan pujian di sana-sini oleh lingkungan kita karena dianggap sebagai orang kreatif yang memiliki kemampuan mencipta dan berkreasi dibandingkan dengan orang lain.

Pikiran kita, hati kita, keinginan kita dan karya-karya kita terlihat berbeda dan orisinil dibandingkan orang lain yang barangkali hidupnya terlalu linier dan melakukan rutinitas pekerjaan yang menurut kita bisa jadi sangatlah membosankan. Kalau dihitung porsinya ya… berapa jumlah orang yang mampu berkreasi dan melahirkan ide-ide brilliant dibandingkan dengan orang yang mengikuti kreasi orang, memperbanyak kreasi yang sudah ada, dan hidup dengan hasil ciptaan orang lain. Tentu jumlah orang yang kreatif itu jauh lebih sedikit dibandingkan yang tidak.

Sebetulnya apakah kondisi ini menyenangkan bagi sang minoritas? Sehingga peluang-peluang berkreasi hanya didapat oleh orang-orang tertentu saja? Jawabannya tidak! Inilah bukti bahwa lingkungan belum mampu untuk mengajak kepada siapa saja untuk menjadi kreatif. Karena menurut saya kreatif itu adalah ‘habit’. Bukan sekedar bakat. Habit kreatif hendaknya dimiliki oleh siapa saja. Bukan hanya jadi kewajibannya seniman, desainer, fotografer, animator, dll. Tetapi kewajiban bersama untuk memilikinya. Apapun pekerjaannya. Sekali lagi, apapun pekerjaannya. Kalau terbiasa kreatif maka, problem-problem yang dialami dalam setiap pekerjaan akan mampu terselesaikan dengan kreatif.

Pernah ada dalam satu kesempatan di sebuah event seminar kreatif, panitia menghubungi calon pembicara – seorang penulis terkenal – dan diminta untuk menjadi pembicara salah satu sesi seminar tersebut, jawabannya apa? “Maaf mbak panitia, itu kan acara untuk orang-orang kreatif, saya ini bukan orang kreatif…” . Cukup mengejutkan bukan? Menurut orang kreatif, dia layak menjadi pembicara karena kiprahnya yang menginspirasi banyak orang itu sangat kreatif, tapi ternyata di lain sisi dia malah merasa tidak kreatif. Menurut saya ini terjadi karena habit kreatif itu tidak ditanamkan sedari kecil oleh lingkungan.

So, di Pinasthika Creatifestival yang sudah 14 kali diselenggarakan, mulai empat tahun terakhir ini selalu melibatkan orang-orang kreatif dari berbagai bidang. Berkolaborasi, membaur, agar nampak bahwa “kreatif” itu adalah habit. Bahwa kreatif itu milik semua orang, bukan hanya milik orang-orang dunia periklanan. Kreatif itu mestinya menjadi kebiasaan siapa saja yang ingin menjadikan hidup ini lebih indah dan keren.

Tetapi jangan lupa bahwa kemampuan kreatif itu juga pemberian dari Sang Maha Kreatif, Allah SWT. Pikiran kita yang mampu mengurai data dan menganalisis setiap objek sehingga melahirkan rekomendasi kreatif, tangan kita yang mampu luwes menggambar diatas kertas maupun computer, dan kaki-kaki kita yang mampu bergerak menuju tempat dimanapun untuk melakukan pekerjaan sehari-hari… menghantarkan dan mengeksekusi hasil kreasi kita kemanapun yang diinginkan. Kita harus ingat bahwa kemampuan kreatif ini sewaktu-waktu bisa hilang seketika sesuai keinginan Sang Maha Kretif.

Maka penting apabila kita kemudian ‘berdoa’ dan ‘bersyukur’ dengan sungguh-sungguh agar kemampuan yang diberikan ini tidaklah hilang. Dan tentu saja bersyukur yang dimaksud tidak sekedar sujud syukur seperti timnas U-19 yang melakukan selebrasi saat memasukkan bola ke gawang lawan. Tetapi lebih dari itu. Contohnya begini… misalnya kita dikasih gratis T-shirt oleh seorang teman. Kemudian kita bersyukur dan sangat senang. Berkali-kali bilang terima kasih sama yang ngasih T-shirt itu kalau perlu sambil peluk-peluk dianya… (idiih…). Tetapi setelah tahu T-shirt itu tidak pernah dipakai. Bahkan ketahuan kalau masih di dalam plastik dan disimpan rapi di almari. Kira-kira apa pendapat Anda?

Sama dengan potensi besar yang diberikan Allah kepada kita. Kemampuan pemikiran kita, hati kita, tangan kita, kaki kita, dll.  Ucap rasa syukur itu dibarengi dengan berupaya terus melahirkan karya-karya berkualitas. Tidak sekedar karya yang mencerahkan dan menginspirasi banyak orang tetapi karya yang mengedukasi dan karya yang tidak melanggar ketentuan-Nya.

Yuuk bersyukur dengan berkolaborasi, saling belajar dan berkreasi di ajang Pinasthika. Siapa tahu tahun ini Allah memberikan keajaiban baru untuk kita.

Selamat Berkreasi!

 

 

Andika Dwijatmiko
CEO Syafa’at Marcomm (Agency Partner Pinasthika 2013)
Creative Progam Pinasthika 2013
Kabid Pendidikan & Litbang P3i DIY

 

*Dimuat di dalam Katalog Pinasthika 2013

 

2 Responses to Menjadi Penghamba Yang Maha Kreatif

  1. Työmaataulu says:

    Being creative is unique to many person and i am happy to meet someone like you.In Finland i also be a creative in the matter of advertising tool like banner we it is very important that it look eye catching and the fact that it is creative for an effective marketing tools.

  2. Chris says:

    I’m posting here so everyone will just click on my website. http://www.platinumssi.com

Leave a Reply to Työmaataulu Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>